BAB V: Diskusi Kritis Integrasi Akreditasi BAN-PT dan Budaya Mutu PTS
Sintesis terhadap dinamika penjaminan mutu pendidikan tinggi menunjukkan bahwa akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) memegang peran esensial sebagai instrumen evaluasi eksternal guna memastikan kepatuhan serta kelayakan standar kelembagaan. Sejalan dengan kerangka evaluasi tersebut, akselerasi mutu melalui siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan (PPEPP) terbukti efektif dalam mendorong perbaikan berkelanjutan serta memperkokoh daya saing perguruan tinggi pada skala nasional maupun internasional (2023). Kendati demikian, perspektif kritis lain mengungkapkan bahwa implementasi sistem penjaminan mutu internal pada perguruan tinggi swasta kerap terbentur pada persoalan fragmentasi tata kelola, di mana laporan evaluasi diri berkala belum terintegrasi secara utuh ke dalam rencana strategis, rencana operasional, dan alokasi anggaran institusi (2022). Perdebatan akademis ini menyingkapkan adanya kesenjangan penelitian (research gap) yang signifikan, khususnya menyangkut model intervensi struktural yang sanggup menyelaraskan tuntutan administratif akreditasi eksternal dengan pembentukan budaya mutu internal yang mandiri dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi swasta. Mayoritas kajian terdahulu cenderung membatasi telaah pada kepatuhan teknis instrumen borang, tanpa mengeksplorasi kesiapan kapasitas manajerial dan kepemimpinan adaptif dalam mengelola dinamika perubahan regulasi. Di samping itu, kajian ini memiliki keterbatasan metodologis mendasar karena bertumpu pada sintesis literatur konseptual dan telaah regulasi sekunder, tanpa didukung observasi lapangan longitudinal terhadap disparitas mutu antarwilayah. Oleh sebab itu, adopsi pendekatan kesisteman yang menyeluruh menjadi keharusan strategis agar akreditasi tidak sekadar diposisikan sebagai formalitas akuntabilitas, melainkan katalisator transformasi mutu akademik yang nyata.