4.1 Pendekatan Analisis Dokumen Kebijakan dan Data Sekunder Regional
Evaluasi dampak hilirisasi nikel terhadap penyerapan tenaga kerja menuntut integrasi pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder runtun waktu dan analisis dekomposisi struktural regional secara komparatif. Penelitian ini menetapkan kerangka metodologis terstruktur yang menggabungkan analisis statistik produk domestik regional bruto serta pemodelan ekonometrika untuk mengidentifikasi pergeseran alokasi ketenagakerjaan di kawasan pengolahan mineral. Sesuai dengan pendekatan empiris yang diterapkan dalam kajian transformasi ekonomi daerah penghasil mineral, operasionalisasi metode Location Quotient, dekomposisi Shift-Share, dan model regresi Interrupted Time Series memungkinkan deteksi diskontinuitas struktural secara sistematis pasca penerapan kebijakan larangan ekspor bijih nikel mentah (W7149392884, 2026). Rangkaian instrumen analisis tersebut memfasilitasi evaluasi mendalam mengenai peralihan spesialisasi ekonomi dari dominasi sektor primer menuju manufaktur pengolahan sekaligus mengukur kontribusi keunggulan kompetitif regional dalam penyerapan tenaga kerja industri. Pada saat bersamaan, analisis data runtun waktu atas produk domestik regional bruto harga konstan digunakan untuk memproksikan korelasi antara akumulasi modal pada aktivitas pertambangan dan smelter dengan elastisitas penyerapan tenaga kerja daerah (W7131085255, 2026). Melalui perpaduan data statistik investasi dan struktur ketenagakerjaan subnasional, rancangan metodologi ini mampu memisahkan dampak langsung ekspansi smelter padat modal terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dari pertumbuhan output agregat semata. Dengan demikian, perumusan metodologis ini memberikan landasan operasional dan analitis yang kokoh untuk mengukur secara obyektif kapasitas industrialisasi berbasis sumber daya alam dalam mendorong pembentukan struktur lapangan kerja yang inklusif, terdiversifikasi, dan berketahanan ekonomi jangka panjang di wilayah sentra hilirisasi.