4.2 Korpus Dokumen dan Kriteria Seleksi Data
Analisis adaptasi risiko hidrometeorologi ini bertumpu pada pendekatan telaah dokumen kebijakan sekunder dan sintesis komparatif literatur tata ruang perkotaan. Kerangka evaluasi dirancang untuk membedah interaksi antara kebijakan pemanfaatan lahan dan strategi mitigasi bencana secara sistematis. Berdasarkan telaah literatur mengenai dinamika wilayah sungai di pesisir Jawa, ekspansi kawasan terbangun memberikan tekanan signifikan terhadap kapasitas retensi air alami, sehingga analisis data spasial literatur menjadi komponen fundamental dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan zonasi [5]. Penilaian komparatif difokuskan pada integrasi instrumen regulasi mitigasi risiko dengan program pembangunan infrastruktur yang telah dipetakan dalam berbagai laporan strategis [3]. Pendekatan ini meneliti bagaimana alokasi investasi adaptasi dikonseptualisasikan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah [2]. Kriteria evaluasi disusun secara tematik untuk mengidentifikasi kesenjangan hierarki tata kelola, sinkronisasi perencanaan antarwilayah sungai hulu dan hilir, serta keterpaduan intervensi berbasis ekosistem. Melalui sintesis kualitatif terhadap dokumen kebijakan tata ruang dan kajian literatur hidrologi, protokol ini memberikan dasar metodologis yang kuat untuk mengevaluasi efektivitas kapasitas adaptif perkotaan secara objektif tanpa mengandalkan klaim kausalitas yang tidak terverifikasi.