Kerangka Teori: Dasar Biologis dan Mekanisme Resistensi Antimikroba
Evolusi mekanisme pertahanan bakteri terhadap molekul antimikroba beroperasi melalui serangkaian adaptasi fisiologis dan genetik yang sangat terorganisasi. Bakteri mengembangkan resistensi baik secara intrinsik, melalui sifat struktural inheren seperti permeabilitas membran luar yang rendah, maupun secara didapat melalui mutasi spontan dan transfer materi genetik horizontal [3]. Modifikasi enzimatik menjadi jalur utama dalam inaktivasi senyawa terapeutik, sebagaimana terbukti pada produksi enzim pengubah aminoglikosida dan enzim karbapenemase yang secara simultan meniadakan efikasi dua kelas antibiotik krusial [1]. Perubahan struktur pada situs target pengikatan turut menurunkan afinitas obat, sementara overekspresi sistem pompa efluks secara aktif membuang molekul antibiotik dari ruang intraseluler sebelum mencapai konsentrasi efektif [3]. Dinamika molekuler ini menunjukkan bahwa resistensi bukan sekadar fenomena tunggal, melainkan integrasi adaptif berbagai jalur biokimia yang memungkinkan patogen bertahan dari paparan farmakoterapi konvensional [1, 3].