4.1 Tekanan Ekologis dan Degradasi Daerah Tangkapan Air
Penerapan kebijakan hilirisasi pertambangan nikel mempercepat konversi fungsi bentang alam di kawasan sekitar smelter dan area konsesi. Pembukaan lahan secara meluas untuk fasilitas pengolahan dan infrastruktur pendukung berakibat pada fragmentasi ekosistem terestrial serta hilangnya zona tangkapan air alami [1]. Fenomena ini berlanjut pada peningkatan laju limpasan permukaan yang membawa partikel material sedimen ke badan sungai dan perairan pesisir, sehingga menurunkan kejernihan air serta mengganggu habitat biota akuatik [1], [5]. Dari sudut pandang ekologi politik, fenomena tersebut mencerminkan dominasi prioritas perluasan kapasitas industri di atas pertimbangan ambang batas daya dukung lingkungan setempat. Perubahan parameter kualitas air sungai dan pesisir membawa implikasi langsung terhadap ruang hidup komunitas nelayan dan petani tradisional yang menggantungkan keberlangsungan hidupnya pada pasokan air bersih dan kelestarian sumber daya perikanan. Pola pemanfaatan ruang yang terfragmentasi mempersempit akses masyarakat lokal terhadap wilayah tangkap dan lahan budidaya, sehingga memperbesar potensi kerentanan sosial-ekonomi di sekitar kawasan industri [5].