4.1 Evaluasi Kinerja Pasokan Daya pada Profil Beban Sekolah
Penerapan sistem mikrogrid fotovoltaik pada wilayah terpencil menuntut kesesuaian antara estimasi kurva beban harian dengan strategi penentuan kapasitas komponen. Pada konteks fasilitas pendidikan di wilayah pedesaan atau terisolir, profil kebutuhan energi umumnya terkonsentrasi pada jam operasional belajar mengajar serta penerangan malam hari [3]. Penggunaan sistem penyimpanan energi berbasis baterai memainkan peran penting dalam menjamin kontinuitas daya selama periode radiasi rendah atau cuaca ekstrem [1]. Penataan arsitektur pembangkit yang mengombinasikan larik panel surya dengan kapasitas penyimpanan yang tepat mampu meminimalkan penggunaan bahan bakar fosil dan menekan biaya energi secara terukur [7]. Evaluasi tekno-ekonomi menunjukkan bahwa optimasi kapasitas komponen berkontribusi langsung pada penurunan biaya pembangkitan listrik tersamaratakan (Levelized Cost of Electricity) tanpa mengorbankan indeks keandalan suplai daya fasilitas sekolah [1]. Dengan demikian, perancangan yang terstruktur tidak hanya menjamin keberlanjutan pasokan energi untuk perangkat teknologi pendidikan, tetapi juga memberikan ketahanan infrastruktur terhadap keterbatasan akses logistik di daerah terisolir [7].