Isi: Implikasi Migrasi Tenaga Medis terhadap Kualitas Faskes Primer
Perpindahan tenaga kesehatan dari fasilitas layanan primer menimbulkan konsekuensi nyata terhadap persepsi dan penerimaan masyarakat terhadap sistem jaminan kesehatan. Kualitas interaksi serta sikap petugas kesehatan terbukti menjadi faktor penentu dalam mendorong masyarakat memanfaatkan hak layanan jaminan kesehatan di fasilitas tingkat pertama [2]. Ketika fasilitas primer mengalami defisit tenaga profesional akibat migrasi, beban kerja staf yang tersisa meningkat secara drastis, sehingga berpotensi menurunkan keramahan, ketelitian, serta waktu konsultasi klinis. Penurunan kualitas interaksi langsung ini mendorong sebagian peserta merasa enggan menggunakan fasilitas kesehatan primer dan memilih menunda pengobatan atau langsung mencari fasilitas rujukan lanjutan.\n\nDi sisi lain, terdapat pandangan bahwa migrasi tenaga medis ke pusat-pusat keunggulan dapat mendorong efisiensi sistem rujukan dan memacu akselerasi digitalisasi pelayanan administratif jaminan kesehatan. Penguatan layanan berbasis aplikasi digital terbukti meningkatkan kepuasan dan keputusan peserta dalam mengakses ekosistem jaminan kesehatan secara mandiri [1]. Kendati demikian, efisiensi digital tidak sepenuhnya dapat menggantikan pemeriksaan fisik langsung dan kehadiran dokter di daerah dengan keterbatasan akses. Ketiadaan tenaga medis di lapangan tetap menjadi hambatan struktural yang berisiko merugikan mutu pelayanan JKN apabila tidak diimbangi dengan kebijakan retensi yang tegas dan insentif yang proporsional bagi tenaga kesehatan.