Lompati ke konten

Nusantara dan Kota Berkelanjutan, Konsep Perencanaan Dasar

Perencanaan kota berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara mengintegrasikan prinsip konstruksi hijau, kelayakan tekno-ekonomi jangka panjang, dan rekayasa tata air berwawasan lingkungan. Pendekatan terpadu tersebut menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian fungsi ekologis melalui mitigasi risiko geoteknis dan pembiayaan terstruktur. Kerangka dasar ini menjadi acuan strategis dalam mewujudkan pusat perkotaan cerdas yang adaptif terhadap dinamika lingkungan.

Pratinjau Dokumen

Ini adalah pratinjau singkat. Versi lengkap mencakup teks yang diperluas untuk semua bagian, kesimpulan, dan bibliografi yang diformat.

Academic Text

DegreeType
Nusantara dan Kota Berkelanjutan, Konsep Perencanaan Dasar

Disusun oleh:

Group

Nama Lengkap

Pembimbing:

Nama Pembimbing

Kota 2026

Daftar Isi

Pendahuluan
Analisis
Analisis
Analisis
Kesimpulan
Daftar Pustaka

Pendahuluan

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) merepresentasikan pergeseran paradigma menuju tata ruang perkotaan modern yang bertumpu pada keberlanjutan multidimensional. Penerapan prinsip konstruksi hijau terbukti mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui efisiensi energi, pemanfaatan material ramah lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara terpadu [1].

Meskipun visi keberlanjutan dirancang secara komprehensif, implementasi di lapangan menghadapi tantangan biofisik dan tata kelola yang kompleks. Karakteristik geologis lokal yang didominasi serpih lempung kedap air membatasi kapasitas peresapan alami, sehingga memerlukan penyesuaian rekayasa teknis dalam realisasi konsep kota spons [3].

Kajian ini bertujuan menganalisis integrasi konsep perencanaan dasar IKN dengan menitikberatkan pada aspek teknis, lingkungan, dan kelayakan finansial infrastruktur cerdas. Sintesis berbasis literatur sekunder ini memberikan landasan evaluasi kritis bagi perumusan kebijakan tata ruang perkotaan yang tangguh dan berkelanjutan [1][2].

Integrasi Konstruksi Hijau dan Rekayasa Geohidrologi dalam Perencanaan IKN

Integrasi infrastruktur cerdas dan konstruksi hijau menjadi fondasi utama dalam perwujudan kawasan perkotaan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Penerapan konsep segitiga keberlanjutan yang diselaraskan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) menegaskan bahwa aktivitas pembangunan fisik di IKN wajib menyeimbangkan efisiensi ekonomi, keadilan sosial, dan integritas lingkungan alami secara simultan (The Implementation of Green Construction, 2024). Keselarasan konseptual tersebut dioperasionalkan melalui pemodelan dan simulasi pembangunan pusat perkotaan cerdas mandiri yang mengoptimalkan jaringan utilitas, pengelolaan energi terbarukan, dan sistem transportasi terpadu rendah emisi karbon (Sustainable Infrastructure Development, 2024). Di samping rekayasa fisik pada struktur permukaan, dimensi geofisika dan tata hidrologi bawah permukaan memegang peranan krusial dalam merealisasikan ketahanan lingkungan perkotaan. Pemanfaatan metode Electrical Resistivity Tomography (ERT) dalam karakterisasi kondisi bawah tanah menyediakan data profil resistivitas dan pemetaan lapisan akuifer secara akurat, yang menjadi landasan teknis bagi penerapan konsep kota spons (sponge city) di IKN (Subsurface Characterization, 2025). Pendekatan geofisika ini memungkinkan penentuan zona resapan air alami secara tepat guna mereduksi limpasan permukaan, mencegah bahaya banjir musiman, serta mempertahankan siklus hidrologi kawasan. Dengan demikian, konvergensi antara metode konstruksi hijau, simulasi infrastruktur mandiri, dan investigasi geoteknis bawah permukaan membentuk kerangka perencanaan terpadu yang esensial untuk keberlanjutan ekologis jangka panjang IKN.

Daftar Pustaka

  1. The implementation of green construction in IKN development by integrating sustainable triangle concept into sustainable development goals
    Yenita Yenita, Roesdiman Soegiarso
    Tautan DOI
  2. Sustainable Infrastructure Development in The IKN Region (Nusantara Capital): Simulation of The Smart Self-Sustaining Urban Center Area Development
    Naufal Budi Laksono, Yusuf Latief
    Tautan DOI
  3. Subsurface Characterization using Electrical Resistivity Tomography (ERT) for Sponge City Planning in Nusantara Capital City (IKN), Indonesia
    Wahidah Wahidah, Piter Lepong, Supriyanto Supriyanto et al.
    Tautan DOI

Bibliografi

Sumber TerverifikasiStandar PemformatanKeunikan TinggiModel Pro
Launch Offer -25%

Teks

APA 7th Edition

Rp 45.000Rp 60.000
  • 15-20 halaman
  • Orisinalitas tinggi
  • Ekspor ke Word
  • Format yang benar
  • Pratinjau Publik
    Pratinjau oleh penulis lain tidak dapat dibuat pribadi. Karya Anda akan bersifat pribadi dan sepenuhnya unik.
  • Daftar Pustaka (3 sumber, APA 7th Edition)
    +Rp 7.000
  • Tambahkan sumber alternatif (Berita, .gov, .edu)

Teks

APA 7th Edition

Nusantara dan Kota Berkelanjutan, Konsep Perencanaan Dasar | Teks | Aicademy